Jumat, 21 Juli 2017

Mitos tentang kanker serviks yang tak perlu dipercaya

Mitos tentang kanker serviks yang tak perlu dipercaya,- kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang di takuti oleh kaum wanita. Kanker ini di sebabkan oleh virus HPV dan itu bisa menular melalui kontak fisik. Anda bisa mencegahnya jika melakukan deteksi dini. Namun ada beberapa mitos yang membuat wanita salah kaprah tentang kanker ini. Untuk meluruskan hal tesebut, berikut adalah mitos tentang kanker serviks:

Terlalu tua untuk tes pap smear
Kami melihat peningkatan kanker serviks dan HIV pada populasi yang lebih tua, kata lauren Zoschnick, MD, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di UM Medical School. Karena itu, wanita yang telah melalui menopause juga perlu melakukan tes pap.

Tidak perlu tes pap smear
Tes pap smear pertama untuk sesorang wanita harus di berikan ketika dia menginjak usia 21 tahun atau tiga tahun setelah dia mulai hubungan seks. Bahkan jika anda sudah menerima vaksin HPV, anda masih perlu melakukan tes pap smear.

Tidak pernah berhubungan seks, tidak perlu vaksin HPV
HPV dapat ditularkan dari satu pasangan ke pasangan yang lain melalui hubungan seks. Namun, hanya karena seseorang belum pernah berhubungan seks, bukan berarti dia tidak bisa tertular. Para ahli percaya bahwa vaksin harus diberikan sejak muda sebelum seorang wanita mulai aktif secara seksual.

Terlalu muda untuk terkena kanker serviks
Usia rata-rata untuk penderita kanker serviks adalah 48 tahun. Meskipun begitu, wanita dapat didiagnosis dengan kanker ini pada usia 20-an.

Kanker serviks tidak dapat di cegah
Infeksi human papillomavirus di tularkan secara seksual, namun itu dapat di cegah dengan vaksin baru. Dengan mencegah infeksi HPV, anda bisa menurunkan risiko kanker serviks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar